Tampilkan postingan dengan label Proggramable Logic Controler (PLC). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Proggramable Logic Controler (PLC). Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 November 2011

Memepelajari Fungsi -fungsi Dasar Pada PLC



Logika AND
Sebagai contoh kita ambil dua buah tombol yang mempunyai hubungan logika AND. Keluaran dari hubungan logika ini akan bernilai satu (aktif) jika kedua tombol aktif (kedua tombol ditekan bersamaan). Bila salah satu tidak ditekan, maka nilai keluaran 0.
Tombol 1 (I0)
0
0
1
1
Tombol 2 (I1)
0
1
0
1
Lampu (Q0)
0
0
0
1


Diagram tangganya :

Logika OR
Kondisi OR mengakibatkan logika keluaran bernilai 1 (aktif) jika salah satu dari masukan aktif. Bila kita memakai 2 buah tombol dan sebuah lampu sebagai modelnya, maka lampu akan menyala (bernilai 1) jika salah satu atau kedua tombol ditekan atau aktif (bernilai 1) jika salah satu atau kedua tombol ditekan atau aktif.
Tombol 1 (I0)
0
0
1
1
Tombol 2 (I1)
0
1
0
1
Lampu (Q0)
0
1
1
1




Diagram tangganya :


Logika XOR
Sebagai contoh kita ambil dua buah tombol yang mempunyai hubungan logika XOR. Keluaran dari hubungan logika ini akan bernilai satu (aktif) jika salah satu tombol aktif. Bila kedua tombol tidak aktif atau aktif keduanya, maka nilai keluaran 0. 

Diagram Laddernya


Senin, 21 November 2011

Diagram Ladder Lampu Lalu lintas


Lampu lalulintas atau trafight light dapat dibuat menggunakan PLC. dengan memanfaatkan timer yang terdapat pada PLC kita bisa membuat lampu lalulintas tersebut. Untuk contoh kita akan membuat satu
buah lampu lalulintas. untuk PLC disini saya menggunakan PLC Omron dan software simulasinya menggunakan ZEN.  Berikut ini diagram laddernya



Semua Timer diatas menggunakan jenis timer OnDellay. Untuk jenis-jenis timer bisa dilihat sebagai berikut:


1.    ON delay timer, timer akan aktif jika hitungan timer terpenuhi setelah pemicu (trigger) masukan timer aktif.
2.    OFF delay timer, timer tetap aktif ketika masukan  trigger aktif, setelah trigger tidak aktif dan setelah hitungan terpenuhi maka timer tidak aktif.  
3.    One-shoot pulse timer, hitungan tetap berlangsung ketika masukan trigger aktif.
4.    Flashing pulse timer, selama masukan trigger aktif maka timer akan aktif dan tidak aktif secara berulang-berulang sesuai dengan set hitungan.

timer diatas merupakan timer yang terdapat pada PLC Omron. Untuk PLC merk lain kemungkinan akan berbeda jenis timernya. untuk simulasinya bisa dilihat dari gambar dibawah ini: 

Untuk menambah jumlah lampu merahnya, kita bisa menambah jumlah timer beserta outputnya. tergantung kreativitas kita..


SELAMAT MENCOBA

Selasa, 01 November 2011

Diagram Ladder Lampu Cepat Tepat



Pada postingan kali ini saya ingin  share Lampu cepat tepat atau lampu kuis dengan menggunakan diagram ladder. Lampu cepat tepat ini terdiri dari tiga Input dan Output. kasusnya misalnya terdapat tiga peserta A,B dan C. Jika peserta A menyalakan lampu lebih dulu maka yang lainnya tidak bisa menyalakannya walaupun sudah menekan tombol masing-masing penyalaan lampunya. Demikian sebaliknya peserta yang lain. Jadi intinya siapa yang menekan tombolnya lebih dulu maka dia yang berhasil menyalakan lampunya.


Berikut diagram Laddernya



Selasa, 25 Oktober 2011

Belajar PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER (PLC)

Sudah lama nggak nulis blog ini, entah kenapa hari ini muncul keinginan untuk dapat mencoret-coret lagi blog ini.  Setelah sebelumnya berkutat pada mikrokontroler sekarang saya ingin menulis tentang PLC. Kebetulan juga sebagai pengurus tim PLC di Kampus, sehingga biar ngapal dikepala nih materi PLC ini. 

PLC singkatannya  Programmable Logic  Controler. Definisi Programmable Logic Controller menurut Capiel (1982) adalah :sistem elektronik yang beroperasi secara dijital dan didisain untuk pemakaian di lingkungan industri, dimana sistem ini menggunakan memori yang dapat diprogram untuk penyimpanan secara internal instruksi-instruksi yang mengimplementasikan fungsi-fungsi spesifik seperti logika, urutan, perwaktuan, pencacahan dan operasi aritmatik untuk mengontrol mesin atau proses melalui modul-modul I/O dijital maupun analog. Intinya fungsinya seperti mikrokontroler tapi dikhusukan untuk lingkungan industri.

Untuk pemrograman pada PLC dinamakan ladder diagram. programnya tidak sesulit program mikro yang diharuskan menulis per kode. untuk diagram ladder kita hanya menempatkan simbol-simbol saja. bahasa ladder menggunakan aljabar boolean secara langsung yang diwakili simbol-simbol tadi. berikut ini contohnya 


diagram ladder diatas merupakan diagram ladder untuk PLC omron dengan softwarenya ZEN, program diatas artinya untuk menghidupkan output Q0 kita harus menekan input I1. Sederhana khan coba bandingkan dengan program mikrokontroler di bawah ini yang kurang lebih artinya sama yaitu agar output hidup maka tombol input harus ditekan

#include <avr/io.h>

int main(void)
{
DDRA=0x00;
PORTA=0x00;
DDRB=0xFF;
PORTB=0x00;

while(1)
{
PORTB|=PINA;
}
}


bersambung dah ngantuk....